Tuesday, 20 October 2026 Waktu Berita daerah Riau dan Sumatera, faktual dan berimbang.
BREAKING NEWS
HSN 2026 di Pekanbaru, Santri Diajak Bantu Korban AsapDokumen Scrap PT Singatac di Lobam DipertanyakanRumah Bebas Asap untuk Santri Pekanbaru DiluncurkanKeamanan Siber Pemkab Kuansing Diperkuat, Ini LangkahnyaKasi Datun Kuansing Pamit, Singgung Keramahan WargaMP Club Pekanbaru Digerebek, 68 Orang DiamankanAsap Kembali Selimuti Pekanbaru, PMII Desak AksiKompensasi Lahan Seismik 3D di PALI Masih DipersoalkanUsai Pacu Jalur, Demokrat Kuansing Bersihkan TepianTiga Orang Diamankan Tim Elang Kuantan soal Sabu
kuansing

Usai Pacu Jalur, Demokrat Kuansing Bersihkan Tepian

Usai Pacu Jalur, Demokrat Kuansing Bersihkan Tepian
Advertisement

Sejumlah kader DPC Partai Demokrat Kabupaten Kuantan Singingi bergotong royong membersihkan area Tepian Narosa di Teluk Kuantan pada 25 Agustus 2026, setelah rangkaian Festival Pacu Jalur selesai. Kegiatan itu difokuskan pada pengumpulan sampah di sekitar lokasi kegiatan.

Ketua DPC Demokrat Kuansing, Fedrios Gusni, menyebut sekitar seratus kader ikut dalam aksi tersebut. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan dua dump truck. Fedrios mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari Gerakan Langit Biru Indonesia Asri dan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melalui Dinas Lingkungan Hidup.

Dalam pemberitaan mengenai aksi itu, Fedrios juga mengimbau warga agar tidak membakar lahan dan hutan ketika kabut asap menjadi perhatian. Informasi yang ditelaah tidak memastikan adanya lomba tarik tambang sebagai bagian kegiatan, sehingga rincian tersebut tidak dimasukkan sebagai fakta.

Informasi mengenai kegiatan ini diperoleh redaksi dari masyarakat setempat yang mengetahui kegiatan di lokasi. Redaksi mencatat keterangan tersebut sebagai informasi lapangan dan terbuka menerima koreksi atau tambahan keterangan dari pihak terkait.

Aksi bersih-bersih tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap kondisi lingkungan setelah kawasan tepian ramai digunakan masyarakat. Sampah yang tertinggal setelah kegiatan besar dapat mengganggu kenyamanan warga, mengurangi keindahan ruang publik, dan berpotensi menyumbat saluran air apabila tidak segera ditangani. Karena itu, pengumpulan sampah dilakukan sebagai langkah lanjutan agar area yang sebelumnya dipakai untuk aktivitas masyarakat kembali tertata. Kegiatan seperti ini juga menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga ruang publik. Pemerintah daerah memiliki peran dalam pengelolaan lingkungan, sedangkan organisasi dan masyarakat dapat membantu melalui kegiatan gotong royong serta kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebersihan setelah Pacu Jalur, tetapi juga mengingatkan bahwa pemeliharaan lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Redaksi akan memperbarui informasi apabila terdapat keterangan tambahan dari panitia, pemerintah daerah, atau pihak lain yang terlibat.

Kebersihan kawasan tepian juga menjadi tanggung jawab bersama agar fasilitas umum tetap nyaman digunakan pada kegiatan berikutnya. Warga diharapkan ikut menjaga lingkungan sebelum dan sesudah kegiatan.

Selain membersihkan lokasi, kegiatan tersebut mengingatkan pengunjung bahwa keramaian dan kebersihan perlu berjalan beriringan. Ruang publik yang terawat akan lebih nyaman digunakan untuk kegiatan warga berikutnya. Upaya sederhana seperti memilah dan mengumpulkan sampah dapat membantu mengurangi beban pengelolaan lingkungan. Redaksi akan menerima keterangan tambahan dari pengurus kegiatan atau pemerintah daerah apabila tersedia.

Bagikan berita
Facebook Telegram

Transparansi redaksi: artikel ini ditulis oleh Habibillah. Baca Pedoman Redaksi.

Advertisement