MP Club Pekanbaru Digerebek, 68 Orang Diamankan
PEKANBARU, DETIKSUMATERA24 – Sebuah tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru, MP Club, digerebek tim gabungan Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Operasi itu mengungkap dugaan penyalahgunaan serta peredaran narkotika. Dalam penggerebekan tersebut, 68 orang diamankan. Hasil tes urine menunjukkan 63 di antaranya positif.
Sebelum penggerebekan, aparat menjalani penyelidikan selama kurang lebih satu bulan. Operasi gabungan itu sendiri digelar pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.
Kombes Pol I Putu Yudha Prawira selaku Direktur Reserse Narkoba Polda Riau menyebut penyelidikan itu bertujuan mendalami dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam tersebut.
Pada Senin (12/10/2026), petugas memasang garis polisi. Area yang ditandai meliputi pub dan salah satu ruangan di MP Club. Pemasangan garis polisi tersebut menopang proses penyelidikan lebih lanjut.
Puluhan Orang Jalani Tes Urine
Dari 68 orang yang diamankan, latar belakangnya beragam: pengunjung, pelayan atau waitress, petugas keamanan, hingga asisten manajer.
Menurut hasil pemeriksaan urine yang disampaikan kepolisian, 42 dari 47 laki-laki positif mengandung amfetamin dan metamfetamin. Seluruh 21 perempuan yang diamankan juga positif zat tersebut.
Alhasil, 63 orang dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan urine.
Meski demikian, hasil tes urine tidak serta-merta membuktikan bahwa semua yang positif terlibat peredaran narkotika. Penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang ditemukan.
Polisi Sita Ekstasi, Ganja, dan Uang Rp14,3 Juta
Sejumlah barang bukti yang diduga terkait penyalahgunaan dan peredaran narkotika turut diamankan petugas.
Rinciannya: 7,5 butir pil ekstasi, ganja seberat 1,6 gram, dan uang tunai Rp14,3 juta.
Seorang pengunjung yang diduga terkait aktivitas peredaran narkotika di lokasi itu menjadi asal penyitaan uang tersebut.
Kepolisian masih menelusuri asal-usul barang bukti sekaligus kemungkinan adanya jaringan pemasok yang terlibat. Pemeriksaan telepon genggam dan penelusuran transaksi juga dilakukan untuk mengembangkan perkara dan mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Delapan Orang Masih Diperiksa
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau menerima penyerahan 60 orang dari total 68 orang yang diamankan, untuk menjalani asesmen Tim Asesmen Terpadu. Delapan orang lainnya masih diperiksa secara intensif di Polda Riau.
Peran kedelapan orang tersebut masih didalami penyidik. Kemungkinan keterlibatan mereka dalam peredaran narkotika maupun dugaan peran lain menjadi bagian yang ditelusuri. Karena pemeriksaan dan pengembangan perkara belum selesai, kepolisian belum menyimpulkan status hukum masing-masing pihak.
Upaya pemberantasan narkotika di Kota Pekanbaru menjadikan kasus ini sebagai perhatian serius. Penelusuran aparat masih berlanjut, baik soal asal-usul barang terlarang maupun kemungkinan ada jaringan peredaran yang lebih luas.
DETIKSUMATERA24 akan terus mengikuti perkembangan penanganan kasus tersebut berdasarkan informasi resmi dari pihak berwenang.
Sumber: Keterangan Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau dan pemberitaan media lokal.
Transparansi redaksi: artikel ini ditulis oleh habibillah. Baca Pedoman Redaksi.
habibillah