Rumah Bebas Asap untuk Santri Pekanbaru Diluncurkan
Gus Muhaimin Hadirkan Rumah Bebas Asap, Santri di Pekanbaru Dapat Perlindungan dari Karhutla
DETIK SUMATERA 24, PEKANBARU — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap menjadi perhatian bagi lingkungan pesantren di Riau. Salah satu langkah yang dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi tersebut ialah menghadirkan fasilitas Rumah Bebas Asap di Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, memberikan dukungan terhadap penyediaan fasilitas tersebut. Bantuan disalurkan melalui anggota DPR RI Fraksi PKB dari daerah pemilihan Riau, Mafirion.
Kehadiran Rumah Bebas Asap diharapkan menjadi salah satu upaya membantu santri dan masyarakat sekitar mengurangi paparan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan. Selain fasilitas tersebut, bantuan masker juga diberikan kepada warga dan para santri yang terdampak.
Hari Santri Jadi Momentum Kepedulian terhadap Korban Karhutla
Pondok Pesantren Dar El Hikmah dijadwalkan menjadi tempat pelaksanaan apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2026. Gus Muhaimin juga dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut.
Namun, menurut Mafirion, peringatan Hari Santri tidak cukup hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi persoalan, termasuk dampak bencana karhutla.
“HSN memang pesta santri, tetapi kepedulian terhadap bencana karhutla tidak boleh pudar. Santri dan masyarakat yang terdampak asap membutuhkan tindakan nyata. Karena itu, Rumah Bebas Asap ini menjadi simbol kehadiran PKB untuk membantu masyarakat menghadapi dampak bencana,” ujar Mafirion di Pekanbaru, Minggu (18/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa pesantren merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat. Ketika kabut asap mengganggu kualitas udara, keselamatan santri dan warga di lingkungan sekitarnya perlu mendapat perhatian.
Anak-anak termasuk kelompok yang perlu dilindungi dari paparan asap. Karena itu, upaya pencegahan dan peningkatan kewaspadaan menjadi penting selama kondisi udara masih terdampak karhutla.
Masker Dibagikan, Peserta Apel HSN Diimbau Waspada
Selain menyediakan Rumah Bebas Asap, bantuan masker diberikan untuk membantu santri dan masyarakat menghadapi kondisi udara yang kurang baik.
Penggunaan masker juga menjadi perhatian menjelang pelaksanaan apel Hari Santri Nasional 2026. Seluruh peserta kegiatan di Pondok Pesantren Dar El Hikmah diminta mengenakan masker sebagai langkah pencegahan selama acara berlangsung.
Mafirion menegaskan, kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana harus diwujudkan melalui tindakan yang dapat dirasakan secara langsung.
“Jangan sampai peringatan Hari Santri berlangsung meriah, sementara santri dan masyarakat di sekitar kita harus berjuang menghadapi asap. Semangat Hari Santri harus diwujudkan dalam kepedulian, gotong royong, dan aksi nyata membantu sesama,” katanya.
Ia berharap peringatan HSN tahun ini tidak hanya memperkuat semangat kebangsaan dan keagamaan, tetapi juga mendorong tumbuhnya solidaritas terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan.
“Bagi PKB, Hari Santri bukan sekadar perayaan. Ini juga momentum untuk membuktikan bahwa nilai-nilai kepedulian dan gotong royong harus hadir dalam tindakan. Ketika masyarakat terdampak bencana, kita harus hadir dan membantu,” pungkasnya.
Penyediaan Rumah Bebas Asap dan pembagian masker diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap. Di sisi lain, penanganan sumber kebakaran dan pemantauan kualitas udara tetap diperlukan untuk melindungi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
Transparansi redaksi: artikel ini ditulis oleh habibillah. Baca Pedoman Redaksi.
habibillah