Kasi Datun Kuansing Pamit, Singgung Keramahan Warga
KUANSING – Raden Muhammad Shandy menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi sekaligus warga Kabupaten Kuantan Singingi. Momen pamit itu disampaikannya pada Kamis (15/10/2026), ketika ia mengakhiri masa tugasnya di wilayah tersebut.
Menurut Shandy, selama menjabat sebagai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) di Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, banyak pengalaman berharga yang ia peroleh. Pengalaman itu datang bukan hanya dari pelaksanaan tugas kedinasan sehari-hari, melainkan juga dari proses membangun hubungan baik dengan rekan kerja maupun masyarakat setempat.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang sangat baik dari seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi. Saya juga merasa sangat diterima dengan sambutan hangat dan keramahan masyarakat Kuansing,” ungkap Shandy.
Ia menuturkan, Kabupaten Kuantan Singingi memiliki keistimewaan tersendiri yang tidak mudah ditemukan di daerah lain. Keistimewaan itu terutama tampak dari sisi budayanya, yang selama ini dikenal luas hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
Dari sejumlah tradisi yang ada, Pacu Jalur menjadi salah satu yang paling membekas dalam ingatannya selama bertugas. Bagi Shandy, tradisi kebanggaan masyarakat Kuansing tersebut bukan hanya menjadi daya tarik budaya, tetapi juga mencerminkan kekompakan warga, semangat kebersamaan, serta identitas masyarakat setempat.
“Pacu Jalur merupakan salah satu hal yang sangat fenomenal di Kuansing. Ini menjadi pengalaman yang sulit dilupakan dan sangat berkesan bagi saya selama bertugas di sini,” tuturnya.
Baginya, meninggalkan Kuantan Singingi bukan sekadar berpindah tempat tugas. Kebersamaan, pengalaman, dan kenangan bersama rekan kerja serta masyarakat, kata dia, akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.
Transparansi redaksi: artikel ini ditulis oleh habibillah. Baca Pedoman Redaksi.
habibillah