Erupsi Anak Krakatau, Lima Jurnalis Hilang Kontak
Erupsi berkelanjutan di Gunung Anak Krakatau, Lampung Selatan, yang berlangsung selama 25 jam telah menyebabkan lima jurnalis dilaporkan hilang kontak. Aktivitas vulkanik tersebut tercatat dimulai sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB dan berakhir pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB.
Merujuk pada data dari Basarnas, kelima jurnalis yang belum dapat dihubungi tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto Antara), Ari Basuki (Pewarta Foto Merdeka.com), Yudhis (Pewarta Foto iNews.id), Daus (Jurnalis Anadolu Agency), dan Donal (Jurnalis Freelance). Mereka diketahui tengah menjalankan tugas peliputan saat peristiwa erupsi tersebut terjadi.
Menanggapi kejadian ini, Ketua DPD Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Kota Pekanbaru, Aprianto, mengajak seluruh jurnalis di Indonesia untuk mendoakan keselamatan rekan sejawat mereka. Dalam keterangannya pada Rabu (9/9/2026), didampingi Sekretaris Daeng Johan dan Bendahara Jasril RZ, Aprianto berharap agar para jurnalis yang hilang kontak tersebut segera ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat. Ia juga mengimbau keluarga besar PWMOI untuk melaksanakan doa bersama.
Senada dengan Aprianto, Sekretaris DPD PWMOI Pekanbaru, Daeng Johan, menyatakan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa rekan-rekan mereka. Ia menyampaikan rasa bangganya atas keberanian para jurnalis yang tetap melaksanakan tugas di tengah situasi berbahaya di Gunung Anak Krakatau. Pihaknya berharap agar para jurnalis yang hilang kontak tersebut dapat segera ditemukan.
Informasi mengenai hilangnya kontak para jurnalis ini dihimpun redaksi dari masyarakat setempat dan keterangan yang tersedia terkait peristiwa tersebut. Redaksi akan memperbarui berita apabila menerima informasi resmi mengenai kondisi dan keberadaan mereka.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena para jurnalis sedang menjalankan tugas untuk memperoleh informasi dari lokasi yang mengalami aktivitas vulkanik. Proses pencarian dan penelusuran kondisi mereka membutuhkan koordinasi dengan pihak yang memiliki kewenangan serta informasi lapangan yang memadai. Redaksi menyampaikan kabar ini secara hati-hati dan tidak menambahkan kesimpulan di luar keterangan yang tersedia. Pembaruan akan dilakukan apabila keluarga, organisasi profesi, atau petugas memberikan informasi resmi terbaru.
Transparansi redaksi: artikel ini ditulis oleh Habibillah. Baca Pedoman Redaksi.
Habibillah