Tuesday, 20 October 2026 Waktu Berita daerah Riau dan Sumatera, faktual dan berimbang.
BREAKING NEWS
HSN 2026 di Pekanbaru, Santri Diajak Bantu Korban AsapDokumen Scrap PT Singatac di Lobam DipertanyakanRumah Bebas Asap untuk Santri Pekanbaru DiluncurkanKeamanan Siber Pemkab Kuansing Diperkuat, Ini LangkahnyaKasi Datun Kuansing Pamit, Singgung Keramahan WargaMP Club Pekanbaru Digerebek, 68 Orang DiamankanAsap Kembali Selimuti Pekanbaru, PMII Desak AksiKompensasi Lahan Seismik 3D di PALI Masih DipersoalkanUsai Pacu Jalur, Demokrat Kuansing Bersihkan TepianTiga Orang Diamankan Tim Elang Kuantan soal Sabu
kuansing

Tuak di Perahu Jalur Pacu, MUI Kuansing Kecam

Tuak di Perahu Jalur Pacu, MUI Kuansing Kecam
Advertisement

KUANSING — Sebuah video yang memperlihatkan seorang pengunjung membawa minuman yang disebut tuak saat berada di atas salah satu jalur dalam rangkaian Festival Pacu Jalur Tradisional di Tepian Narosa, Telukkuantan, menjadi perhatian di media sosial.

Dalam video tersebut, seorang pria terlihat memegang botol minuman saat berada di atas perahu jalur. Video itu kemudian beredar di media sosial dan mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat.

Menanggapi video tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuantan Singingi, Dr. Bakhtiar Saleh, menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai, apabila kejadian tersebut benar berlangsung di area kegiatan Pacu Jalur, tindakan membawa dan mengonsumsi minuman beralkohol di atas jalur tidak sesuai dengan nilai agama serta norma adat yang dijunjung masyarakat Kuansing.

"Kalau itu benar, kita dari MUI sangat menyayangkan, sekaligus mengecam keras hal itu. Karena itu bertentangan dengan agama dan menabrak nilai-nilai adat budaya kita," kata Dr. Bakhtiar.

Menurutnya, tradisi Pacu Jalur merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Kuantan Singingi yang perlu dijaga bersama. Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan dapat menghormati ketentuan dan tata krama yang berlaku selama pelaksanaan festival.

MUI Dorong Panitia Perkuat Pengawasan

Dr. Bakhtiar juga meminta panitia penyelenggara meningkatkan pengawasan dan mengambil langkah yang diperlukan apabila ditemukan kejadian serupa pada pelaksanaan kegiatan berikutnya.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga ketertiban serta marwah tradisi Pacu Jalur.

"Ini menjadi penting agar semua kita bisa bahu-membahu dalam membangun negeri ini," ujarnya.

Pengunjung Sampaikan Permohonan Maaf

Setelah video tersebut menjadi perhatian publik, pria yang terlihat dalam video diketahui merupakan seorang pengunjung asal Medan, Sumatera Utara.

Didampingi Ketua Persatuan Batak Kuansing (PBK), Hardianto Manik, pria tersebut kemudian menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah video yang juga beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, ia mengatakan baru pertama kali datang ke Kabupaten Kuantan Singingi untuk menyaksikan tradisi Pacu Jalur secara langsung.

Ia mengaku tidak mengetahui tata krama dan ketentuan yang berlaku terkait keberadaan minuman beralkohol di atas perahu jalur. Ia menyampaikan bahwa tindakannya tersebut merupakan kekhilafan dan meminta maaf kepada masyarakat Kuansing.

"Saya orang Medan, Sumatera Utara, dan baru pertama kali datang ke daerah Kuansing. Saya tidak tahu bahwa tindakan membawa minuman keras di atas perahu jalur dilarang. Saya dari kampung, kalau ada kesalahan, saya meminta maaf sebesar-besarnya," ujarnya.

Permohonan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk penyesalan atas tindakan yang menjadi perhatian masyarakat setelah video tersebut beredar luas.

Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai adanya sanksi resmi terhadap yang bersangkutan belum disampaikan dalam keterangan yang diperoleh.

Bagikan berita
Facebook Telegram

Transparansi redaksi: artikel ini ditulis oleh Habibillah. Baca Pedoman Redaksi.

Advertisement