Pangdam dan Kapolda Riau Pantau Karhutla di Inhu
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP, bersama Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., melakukan peninjauan langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (9/9/2026) ini menyasar kawasan Desa Kelesa, Kecamatan Seberida, guna memastikan seluruh upaya penanganan berjalan secara terkoordinasi serta melihat kondisi terkini di lapangan.
Dalam peninjauan di kawasan PT Agrinas Palma Nusantara, rombongan menerima paparan mengenai situasi terbaru dan rangkaian langkah penanganan yang telah diimplementasikan. Peninjauan ini bertujuan untuk memantau perkembangan di lokasi terdampak secara langsung guna menjamin efektivitas tindakan di lapangan.
Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa penanggulangan Karhutla memerlukan koordinasi yang kuat dan kecepatan dalam bertindak untuk mencegah api meluas ke area lain. Ia menginstruksikan agar seluruh unsur bergerak secara terpadu dan memastikan penanganan dilakukan hingga tuntas, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat serta personel yang bertugas.
Selain upaya pemadaman, Pangdam juga menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui penguatan patroli dan pengawasan pada wilayah-wilayah yang rawan kebakaran. Ia menyatakan bahwa pencegahan harus dilakukan beriringan dengan penanganan, termasuk dengan memperkuat komunikasi bersama masyarakat, karena penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dan kepedulian dari semua pihak.
Dalam kegiatan tersebut, Pangdam didampingi oleh Asops Kodam XIX/TT Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani, Kalaksa BPBD Provinsi Riau M. Edy Afrizal, S.E., M.H., serta sejumlah pejabat dari Polda Riau. Di lokasi, rombongan juga disambut oleh unsur TNI-Polri yang menangani kegiatan di lapangan, di antaranya Danyonif TP 850/SC, jajaran Polda Riau, dan Polres Indragiri Hulu.
Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat langsung kondisi penanganan kebakaran serta memastikan koordinasi antarinstansi berjalan. Dalam situasi karhutla, pemadaman perlu diikuti pemantauan agar titik panas atau asap tidak kembali menyebar. Kehadiran pimpinan daerah dan aparat di lokasi juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap kebutuhan personel dan peralatan. Perkembangan penanganan tetap menunggu laporan petugas di lapangan dan keterangan resmi berikutnya.
Transparansi redaksi: artikel ini ditulis oleh Habibillah. Baca Pedoman Redaksi.
Habibillah